Senin, 13 April 2009

Belajar Dari Pengalaman

Bagi yang terpilih, ingat-lah janji-janji Anda terhadap para rakyat pemilih, Ingatlah janji Anda untuk membuat perubahan di negeri yang terpuruk dengan berbagai macam krisis dan bencana ini. Jangan sampai Anda membawa penyesalan di akhir hayat Anda, mumpung Anda masih diberi kesempatan - belajarlah dari penyesalan yang tertulis di batu nisan seorang penulis berikut:



"Ketika aku muda, aku ingin mengubah seluruh dunia. Lalu aku sadari, betapa sulit mengubah seluruh dunia ini, lalu aku putuskan untuk mengubah negeriku saja.



Ketika aku sadari bahwa aku tidak bisa mengubah negeriku, aku mulai berusaha mengubah masyarakatku. Ketika aku semakin tua, aku sadari tidak mudah mengubah masyarakatku, maka aku mulai berusaha mengubah keluargaku. Kemudian akupun sadar aku semakin renta, aku juga tak bisa mengubah keluargaku.



Ketika waktuku sudah hampir habis, aku menyesal ternyata satu-satunya yang bisa aku ubah adalah diriku sendiri. Bila saja aku bisa mengubah diriku sejak dahulu, aku pasti bisa mengubah keluargaku kemudian masyarakatku. Pada akhirnya aku akan mengubah negeriku dan setelah itu aku pun bisa mengubah seluruh dunia ini."



Bagi yang tidak terpilih, jangan sedih- jangan gundah. Kembalilah mengaji bersama kami rakyat kebanyakan. Sebagai rakyat biasa kita tetap bisa mengubah dunia, tidak percaya ? Ada pelajaran yang sangat indah dari ulama besar abad ini Imam Asy-Syahid Hasan Al Banna bagi Anda yang ingin mengubah dunia.



Dunia tidak bisa diubah dengan teori dan juga janji; dunia hanya bisa diubah dengan amal yang nyata. Amal-pun tidak bisa sembarang amal, melainkan amal yang berkwalitas, ikhlas dan dilakukan dengan urutan yang benar. Berikut adalah urutan amal bagi yang ingin mengubah dunia.



1) Perbaikilah diri Anda sendiri dahulu : targetnya adalah menjadikan diri Anda kuat secara fisik, kokoh akhlaq, luas wawasan, mampu mandiri dengan penghasilan sendiri, selamat aqidah (tidak syirik sedikitpun), benar dalam beribadah, selalu memperbaiki diri, mampu mengatur waktu, rapi dalam segala urusan dan mampu memberi manfaat pada orang lain.

2) Menjadikan keluarga Anda keluarga muslim : mendidik dan membimbing anak dengan dasar-dasar Islam, menjaga etika Islam dalam setiap aktivitas.

3) Mengajak masyarakat ke Islam : menyebarkan seruan kebaikan, mencegah kemungkaran, segera melakukan kebajikan, mewarnai kehidupan masyarakat dengan Islam.

4) Memerdekakan Tanah Air : membebaskan diri dan negeri dari segala bentuk penjajahan baik yang sifatnya politik, ekonomi maupun penjajahan pemikiran.

5) Membenahi pemerintahan : membawa kearah pemerintahan yang Islami, pemimpin adalah pelayan umat, menjamin pelaksanaan hal-hal yang diperintahkan /diwajibkan dalam Islam dan melarang hal-hal yang memang terlarang dalam Islam.

6) Mengembalikan Khilafah : mengembalikan eksistensi kekhalifahan Islam yang telah hilang berpuluh tahun, memerdekakan negeri-negeri Muslim yang masih terjajah dan menghidupkan kejayaannya.

7) Kepeloporan internasional ( ustadziyatul ‘alam) : Baru saat itulah Anda-Anda bersama kita semua umat Islam insyaallah bisa merubah dunia, membebaskan dunia dari segala fitnah, dan kita hanya tunduk semata-mata kepada Allah.



Dari urut-urutan tersebut diatas, kita bisa lihat bahwa membenahi pemerintahan baru bisa kita lakukan di urutan ke 5 setelah kita sukses di empat urutan sebelumnya.



Kita paling hanya bisa bermimpi untuk memperbaiki masyarakat, negeri/pemerintahan apalagi dunia bila untuk memperbaiki diri dan keluarga saja kita tidak bisa.

Mari kita sekarang mulai dari square-one, kita mulai dari urutan pertama dulu, kemudian kedua, ketiga dan sambil terus memohon kepadaNya agar niat kita menyempurnakan amal sampai urutan ke 7 disampaikanNya …entah kapan, entah pada generasi kita atau anak-cucu yang jelas kita telah memulai dari langkah yang benar…1, 2, 3…. Amin.

ditulis oleh Muhaimin Iqbal
M. Qomaruddin
Dept. of Informatics Engineering
Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA)
Semarang Jawa Tengah Indonesia
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~
Ph.D Student
IS Departement - UTM Skudai
Johor Bahru Malaysia
+60167199008

Minggu, 01 Februari 2009

T I harus masuk Pesantren

Achmad Rouzni Noor II - detikinet

Jakarta - Jika Banjarmasin, Kalimantan Selatan, berhasil jadi provinsi cyber, maka keberhasilannya harus ditiru daerah lain. Demikian pesan Menkominfo Mohammad Nuh saat berkeliling sehari penuh mengunjungi pondok pesantren Darussalam dan Universitas Lambun Mangkurat.

Nuh mengatakan, baik pondok pesantren, kampus, maupun lembaga pendidikan lainnya, harus memanfaatkan teknologi informasi (TI) sebagai alat bantu menyelesaikan masalah. "TI harus jadi motor penggerak. Kalau nantinya Kalimantan Selatan jadi full cyber, ini harus dikloning ke provinsi lain," ujarnya di Martapura, Banjarmasin, Jumat (30/1/2009).

Menteri menjelaskan, lembaga pendidikan sangat memegang peranan penting bagi suatu daerah untuk menjadi provinsi cyber. Ia lantas mendorong semua operator telekomunikasi untuk mendukung penyediaan sarana pendidikan berbasis TI di daerah seperti Banjarmasin.

"Semua butuh komputer, begitu juga pondok pesantren. Sebab, siapa yang tidak menguasai teknologi, akan tertinggal. Kami akan meminta operator untuk membantu," seloroh Nuh.

Dalam kesempatan ini, operator Excelcomindo Pratama (XL) lewat Indonesian Telecomunication User Group (Idtug) menyerahkan donasi 12 perangkat komputer, akses internet dan beragam pelatihan untuk menjadikan Darussalam sebagai pondok pesantren berbasis TI.

Menurut Presdir XL Hasnul Suhaimi, jika program ini berhasil, maka akan dilanjutkan kepada lembaga pendidikan lainnya. "Pondok pesantren ini jadi proyek percontohan," pungkasnya. XL sendiri berharap bisa membantu menyediakan perangkat komputer beserta akses internet ke 60 sekolah setiap tahunnya.

Kamis, 15 Januari 2009

Baksos IKAPPIM di Sine Ngawi

Agenda tahunan IKAPPIM adalah Baksos alias bakti sosial setiap hari raya idul adha. Baksos yang dilakukan di sine Ngawi Jatim adalah baksos III sejak terbentuknya IKAPPIM ( Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Islam Al Mukmin Ngruki). Dalam Baksos kali ini IKAPPIM menggandeng Ust. Abu Bakar Baasyir dalam acara Tablik akbar di Pasangkan dengan Ust. Ali Muhtar Ngabalin dari DPR RI.
Baksos III termauk paling sukses di banding Pelaksanaan Baksos sebelumnya, yaitu Baksos di Berbah Yogya bersama Dr. Hidayat Nur Wahid ketua MPR RI, merupakan Baksos Pertama, dan Weru Sukoharjo bersama Ust. Ali Ngabalin yang merupakan Baksos II.
Dalam acara baksos berbagai layanan gratis yang diperuntukkan untuk masyarakat setempat merupakan layanan unggulan. Diantaranya adalah sunnat Massal, Pengobatan Gratis medis dan alternatif serta pembagian daging korban.